Teknologi penanaman untuk jenis jahe multi-bunga dengan bibit tidak rontok yang menghasilkan esensi kuning manis.

所属分类:

Release time:2023-01-02

Source:

Author:

Genus Polygonatum terdiri dari tanaman herba tahunan yang menyukai naungan, lebih menyukai lingkungan yang hangat dan lembap, serta agak tahan dingin. Mereka tumbuh subur di tanah lempung berpasir atau humus yang gembur, subur, lembap, dan memiliki drainase yang baik, serta hanya ditemukan secara khusus di Tiongkok. Tanaman ini tumbuh di daerah dengan ketinggian antara 400 hingga 2100 meter, biasanya ditemukan di semak belukar, di bawah hutan, dan di lereng yang teduh. Polygonatum dapat ditanam sepanjang tahun, namun waktu penanaman yang paling baik adalah dari bulan Februari hingga Oktober (sebelum titik balik musim dingin).

1. Lingkungan Pertumbuhan

Genus Polygonatum adalah tanaman herba tahunan yang menyukai naungan, lebih menyukai lingkungan yang hangat dan lembap, sedikit tahan dingin, serta tumbuh subur di tanah lempung berpasir atau humus yang gembur, subur, lembap, dan memiliki drainase yang baik. Tanaman ini merupakan tanaman unik di Tiongkok, tumbuh di daerah dengan ketinggian antara 400 hingga 2100 meter, umumnya ditemukan di semak belukar, di bawah hutan, dan di lereng yang teduh. Polygonatum dapat ditanam sepanjang tahun, dengan waktu penanaman terbaik dari bulan Februari hingga Oktober (sebelum titik balik musim dingin).

2. Pemilihan Lokasi dan Persiapan Lahan

1. Pilihlah lahan yang lembap dan terlindung dari sinar matahari langsung, dengan tanah yang gembur dan memiliki retensi air yang baik, sebaiknya berupa tanah lempung atau lempung berpasir. Sebelum menabur benih, bajak lahan secara mendalam sekali, dan kombinasikan persiapan lahan dengan pemberian 2000 kg pupuk kandang per hektar, atau 30 kg pupuk majemuk (15-15-15), aduk merata ke dalam tanah sebagai pupuk dasar. Kemudian, garuk dan ratakan permukaan tanah, buat bedengan selebar 1,2 meter.

2. Bangun Jaring Penyinaran

Pilih jaring teduh tiga jarum, dua gulung spesifikasi 8*40 m (280-320 per gulung), seutas kawat besi atau benang film berbentuk lingkaran (70-100), serta 100 tiang bambu, tongkat kayu, atau pipa baja (panjang 2,2 m-2,5 m) (9-12).

3. Penanaman

(1) Perbanyakan Rimpang

Pada akhir musim gugur atau awal musim semi, pilih rimpang yang sehat dan bebas penyakit dari tanaman berusia 1-2 tahun. Rendam rimpang tersebut dalam agen penanaman ulang tanah Ruiseng dan Ruigen buatan Syngenta, serta Kaipuxin (pupuk daun) buatan Kangpu selama 3-5 menit, lalu angkat dan keringkan untuk menghilangkan kelebihan kelembapan. Potong menjadi potongan-potongan sepanjang 5 cm hingga 8 cm, kemudian biarkan luka-luka tersebut sedikit mengering. Tanam dengan jarak antar barisan 40 cm dan jarak antar tanaman 35 cm, pada kedalaman 5-8 cm. Setelah penanaman, tutupi tanah secara tipis (1-2 cm), tekan perlahan, lalu tutupi permukaan tanah dengan jerami, serutan kayu, atau serbuk gergaji yang mudah terurai agar cukup menutupi permukaan tanah dan menjaga kelembapan tanah.

(2) Perbanyakan Benih

Pada bulan Agustus, setelah biji matang, pilihlah biji yang benar-benar matang untuk segera diolah dengan penyimpanan dalam pasir: campurkan 1 bagian biji dengan 3 bagian pasir secara merata. Simpan dalam lubang teduh sedalam 30 cm, dan jaga agar tetap lembap. Pada akhir Maret tahun berikutnya, ayak bijinya dan sebar secara merata ke dalam alur-alur dangkal di bedengan dengan jarak antar barisan 12-15 cm, lalu tutupi dengan lapisan tanah sekitar 1,5 cm, tekan perlahan, siram air, dan tutupi lagi dengan lapisan jerami untuk menjaga kelembapan. Singkirkan penutup jerami sebelum benih mulai tumbuh, dan ketika bibit mencapai tinggi 6-9 cm, lakukan pemangkasan pada area yang terlalu padat sesuai kebutuhan, serta lakukan transplantasi setelah satu tahun. Untuk memenuhi kondisi naungan yang diperlukan bagi pertumbuhan Polygonatum, jagung dapat ditanam di atas gundukan tanah.

4. Manajemen Lapangan

Pada tahap awal pertumbuhan, pengolahan tanah dan penyiangan yang sering diperlukan, dengan satu kali penyiangan setiap tahun pada bulan April, Juni, September, dan November, sebaiknya dilakukan dengan mencangkul secara dangkal dan melakukan penimbunan tanah yang tepat; pada tahap selanjutnya, cukup dilakukan penyiangan saja. Jika terjadi kekeringan atau jika ditanam di daerah yang lebih terik dan kering, perlu dilakukan penyiraman tepat waktu. Setiap tahun, lakukan kombinasi antara pengolahan tanah dan penyiangan dengan pemupukan tambahan. Pada tiga kali pengolahan tanah pertama, berikan 1500 kg pupuk campuran per hektar, ditambah 50 kg superfosfat dan 50 kg pupuk kue, atau 20 kg pupuk majemuk, serta tambahkan 5-8 kg pupuk lagi pada aplikasi pertama. Pada bulan November, berikan 30 kg pupuk majemuk per hektar. Aduk rata dan buat alur-alur di antara barisan tanaman untuk pemberian pupuk, kemudian tutupi pupuk tersebut dengan tanah. Polygonatum tidak menyukai genangan air dan lebih menyukai tempat teduh, oleh karena itu perhatikan drainase dan lakukan penanaman intercropping dengan jagung.

5. Pengendalian Hama dan Penyakit

(1) Penyakit Bercak Hitam

Terjadi lebih sering pada musim semi, musim panas, dan musim gugur, merusak daun.


Dokumen terkait